Anna dan Jullian menuju sebuah baby center di sebuah Mall. Jullian menolak pergi sendiri padahal Anna masih ingin mengobrol dengan ibu dan bibinya. “Selamat siang, ada yang bisa saya bantu.” Seorang pramuniaga menyambut mereka. “Kami ingin mencari sesuatu untuk anak berusia dua tahun, laki-laki.” kata Jullian kepada wanita berseragam itu. Mereka masuk. Mengelilingi rak-rak tinggi berisi mainan anak-anak. Begitu beragam dan warna-warni. “Bagaimana menurutmu?” kata Jullian saat melihat pramuniaga itu mengeluarkan berbagai macam mainan. Beberapa puzzle robot, lego, sampai mobil remote control. Anna melirik sebentar lalu mengangkat bahu. “Entahlah, aku tidak punya saudara yang masih kecil, jadi aku tidak tahu apa yang mereka suka.” Jullian melihat mainan itu satu persatu. Sama sekali tid

