"Berjuang bersama itu seolah harapan di depan dipastikan akan mudah tergapai. Jadi, berjanjilah, akan selalu menemani meski sepi menyelimuti." Sarapan sebelum meninggalkan puncak sangatlah berarti bagi Acha. Detik itu pula, Devid yang dicarinya sudah kembali. Meskipun sekarang mereka sudah berstatuskan berpacaran, tetapi dalam pembicaraan dan panggilan akan tetap sama seperti persahabatan yang dulu terjalin. Dari saling menggelitiki, berkomentar soal penampilan, sampai kondisi badan Acha yang tidak memiliki perubahan. Masih terlihat mungil, apalagi sekarang memakai kupluk berwarna putih memanjang, menghangatkan pula tidak membuat rambut terurainya berantakan tertiup angin pegunungan. Devid juga sama, ia membawanya dan langsung dipakaikam oleh Acha dengan gemas. Sesekali mereka mengabadik

