"Aku emang bodoh, aku harap kamu mau memaafkan Masmu ini. Tapi jangan lakuin itu ya, sakit banget." "Iya itulah yang Dellia rasain sakit." Adam mengambil air putih yang berada di samping kasur. Ia harap air putih dapat menenangkannya yang sekarang terlalu gelisah karena Dellia yang terlihat sudah sangat marah. Setelahnya Adam membawa Dellia ke dalam pelukkannya. Dellia membiarkan hanya untuk beberapa detik. "Lepas." Sudah lama mereka berada dipelukkan seperti ini. Terlalu erat dekapan ini, membuat Dellia jadi panas dan sesak nafas. "Kamu mau ninggalin Mas ya?" Tampak bahu Adam bergetar. "Nggak Mas." Dellia berusaha melihat wajah Adam saat ia merasa lehernya basah. Apa suaminya itu menangis? Adam buru-buru melepaskan pelukkan itu dalam keadaan wajah Adam yang kering tidak ada air mat

