Vega dan Victor masih berdiri di dekat jendela kamar Vega. Pikirannya melayang tak tentu arah. Sorot matanya melambung jauh seakan menyusuri perbukitan yang ada di depan sana. Perbincangan kakak beradik itu masih menyimpan misteri. Vega berusaha kembali meyakinkan Victor tentang kenyataan yang seolah bagai dongeng belaka. “Kak... Aku mohon! Kakak percaya padaku... Aku bertemu dengan saudari kembarku... Adikmu juga, Kak! Sama sepertiku.” Vega merasa bingung menjelaskan dan meyakinkan keluarganya. “Tapi itu tidak mungkin, Vega!” Victor mengernyitkan dahinya. “Tapi itulah kenyataannya... Alasan dari semua mimpi-mimpiku yang aku rasakan setiap hari selama lima tahun ini, Kak!” Vega mulai menitikkan air matanya “Aku dan seorang Xylina bernama Chiara adalah saudari kembar... Hanya saja sewa

