Paradoks Toleransi

2397 Words

Malam hari ketika Bhanu baru selesai menunaikan ibadah shalat Magrib, dia melihat Bhina tengah berkutat dengan laptopnya di depan televisi yang menyala tanpa dilihatnya sedikitpun. Telinganya disumpal dengan earphone dan cowok itu terlihat mengetik sesuatu. Bhanu ikut bergabung dan duduk di meja sambil membawa buku gambarnya, rasanya dia ingin menggambar menghabiskan malam-malam senggang karena besok adalah akhir pekan menenangkan. Tidak ada pekerjaan rumah dari sekolah hari ini, belum ada ajakan apapun dari teman-temannya untuk keluar, tidak ada tugas-tugas yang sengaja dia tumpuk, UTS sudah selesai, penuh kedamaian. “Kak, udah makan?” Bhina berbicara tanpa melihat sang adik, “Belom, aku udah pesen lalapan tadi. Tunggu aja.” Ungkap Bhina sambil mengetik. Karena sang kakak nampaknya t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD