Ketika jam istirahat, Bhanu dan Dharma berencana ingin mengajak Cecil makan di kantin. Mereka langsung berdiri dan keluar dari kelas ketika bel itu berbunyi. Mereka takut jika Ben—yang masih gencar mendekati Cecil—menikung mereka lagi dan lagi seperti yang sudah-sudah. Namun, hari ini merupakan hari keberuntungan mereka. Hari ini, kelas Cecil berlangsung lebih lama dari biasanya, mungkin ada pengumuman kisi-kisi atau jadwal UTS atau entah. Bhanu dan Dharma berdiri di dekat jendela ruang kelas Cecil. Tepat lurus di bangku cewek itu. Cecil duduk di bangku paling belakang baris nomor 2 dari pintu. Dia terlihat sangat gusar dan mengusap-usap perutnya mengeluh pada Dharma dan Bhanu dengan wajahnya yang rengutan dan endusan napas kasarnya. Menggoyangkan bahunya sebab gemas dengan Pak Rahdian y

