Keesokan harinya, pagi-pagi Bhanu harus menerima serangkaian nasehat dari keluarganya. Mama mengatakan untuk jangan telah makan, papa bertanya berulang kali apakah uang sakunya cukup, sedangkan Bhina lebih sibuk mewanti-wanti Bhanu dan Dharma yang ingin memakai mobilnya nanti. “Meskipun lo nyetirnya udah bener, pastikan untuk nggak panik di tengah jalan.” “Ada Dharma, tenang aja.” Sahut menjawab sang kakak lalu ia habiskan sarapan nasi rawon buatan mama. “Lagian gue nggak sendirian kali.” Imbuhnya. “Pa, aku kapan dibuatkan SIM?” “Pas 17 lah.” “Dharma aja umurnya dituain loh, pa.” Kodenya. “Enggak, kamu diantar jemput aja sama kak Bhina, lagian jalanan aja masih belum hapal. Yang ada kamu kena tilang berkali-kali soalnya nggak patuh rambu-rambu lalu lintas.” Kata papanya. “Lah, aku

