Malam hari setelah berakhirnya ujian pada hari jumat itu, Bhanu menelepon Dharma, Cecil, dan Yura menggunakan fitur panggilan grup yang ada di sebuat platform pengirim pesan setelah dia melaksanakan shalat Isya dan makan malam bersama keluarganya. “Guys—“ “Najis, kayak yutuber aja, Bhanu!” ledek Cecil seperti biasa. Cewek itu terlihat sedang rebahan dengan boneka nanas yang ia jadikan bantal sambil tersenyum lebar. “Biar agak kekinian gitu loh.” Jawabnya lalu melirik Yura. Ia baru tahu kalau kamar gadis itu didominasi dengan warna biru dan silver. Ia tengah duduk bersandar di kursi putarnya dan sesekali berputar-putar sehingga Bhanu bisa melihat sekilas kamar itu. “Ra, ngajak room tour ya?” “Haha, iya nih. Kamar gue baru selesai di cat ulang.” “Mau main dong kapan-kapan ke rumah lo,

