Cuaca saat ini begitu terik, panasnya tak kala dengan hatiku kini yang menatapnya benci diteras rumahnya. Galang, satu-satunya lelaki yang aku percaya kini tengah asik bercanda mesra sambil sesekali mencium wanita yang dipeluknya. Demi tuhan aku marah, sedih dan sekaligus kecewa mengetahui semua yang telah aku saksikan dengan mata kepalaku sendiri. Aku menggeleng pelan sambil menitihkan air mata menatap kedua manusia bodoh itu, aku benci. "dasar b******k!" ucapku. Galang hanya menatapku datar seolah tidak terjadi apa-apa, bahkan ia tidak mengejarku. Ada apa dengannya? Kenapa ia menyakiti perasaanku, padahal ia tahu betul kalau aku sangat benci dibohongi apalagi dikhianati seperti ini. Aku menatap tanganku yang menggepal duduk didalam taksi seorang diri, tangisku semakin pec

