Sebelumnya Ayodia meminta Galih untuk menemaninya berbelanja pakaian olahraga. Ayodia sepertinya ingin serius menekuni olahraga tenis. Salah satunya karena kehadiran Galih, dia layak menjadi pelatih tenis dengan tingkat kesabaran di atas rata-rata. Ayodia yang benar-benar awam membuat Galih harus mulai mengajarkannya mulai dari teknik dasar hingga bisa bermain di lapangan. Tetapi satu hal yang patut diacungi jempol adalah keseriusan dan keteguhan Ayodia. Dia pantang menyerah dan buktinya dia sudah bisa memukul bola setelah beberapa saat berlatih. "Oke, kita mulai ya?" ucap Galih dari seberang. Dia akan memulai servis pertama. "Siap!" teriak Ayodia bersemangat. Keduanya saling berbalas pukulan. Ayodia sudah bisa mengimbangi permainan Galih. "Bagus," puji Galih karena Ayodia bisa memb

