37

1056 Words

Jamie menyarankan agar bermalam di rumah. Barangkali dia mencemaskan kondisi mental serta keselamatanku. Lagi pula, malam telah larut. Jalanan mungkin ramai, tetapi pelaku kejahatan bisa saja memanfaatkan momentum kesendirianku sebagai celah. “Kamu bisa pulang esok siang saja,” kata Jamie. “Omong-omong, sudah lama kita bertiga tidak sarapan bersama. Aku, kamu, dan Ayah. Kita bertiga bisa sarapan bersama setelah sekian lama.” Aku mengamini ide Jamie. Setelah mandi dan ganti pakaian aku memilih merebahkan diri di ranjang. Pelayan telah membawa pergi meja lipat dan piring kotor. Biasanya aku mudah tidur. Semenjak menempati raga Adel, penyakit insomnia jarang melanda. Ya jelas saja sih itu karena faktor A+. Perut kenyang, tidak memikirkan masalah finansial, tidak mengalami masalah dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD