Ada gitu, ya, manusia tidak tahu diri, congkak, percaya diri berlebih menjurus narsis, tinggi hati, dan sungguh bermuka badak! Aku pikir bila bertindak normal, tidak mengikuti jejak Adel, dan menjauhi Noa; maka, jalan masa depan cerah anak orang kaya bisa tergenggam erat di tangan! Namun, pilihanku justru membuat Noa, si tokoh utama, mengira dirinya tengah “ditarik ulur” macam layangan. Di jalan raya ada tanda berupa lingkaran dengan huruf S disilang. Artinya, dilarang sinting! Wahaha, Noa sudah terkena waham; mengira aku tengah bersiasat agar dia penasaran. G.I.L.A. “Del, kenapa mukamu pucet gitu?” Kami, aku dan Jasmine, masih berada di perpustakaan. Kali ini aku memilih duduk serapat mungkin dengan Jasmine. Sekalian aku menempel seperti prangko dan amplop! Tak terpisahkan! “Hab

