Kegiatan sekolah menyita sebagian besar waktu. Belajar, tugas, pekerjaan kelompok, lalu tambahan mengenai betapa mengerikan masa depan tanpa persiapan matang. Dulu aku sekolah sekadar mengikuti kemauan orangtua; tidak tahu mata pelajaran yang harus aku kuasai, hanya menjalani kehidupan seperti mesin, dan tidak memiliki rencana masa depan. Kasarnya, seperti tulisan Dazai, benar-benar tidak mengerti cara menjadi manusia sejati. Kata siapa masa SMA manis dan hanya berisi hal menyenangkan? Apa orang yang bilang masa indah itu tidak memasukkan mengenai mengerjakan PR sambil menangis tiap malam karena setiap rumus terasa mencekik dan membuat otak mengepul? Jangankan memikirkan percintaan, menyelesaikan tugas persamaan saja rasanya aku ingin lekas lulus dan masuk kuliah dengan jurusan yang TENT

