Aku tidak tega bertanya mengenai keadaan Jamie. Apakah dia baik-baik saja? Apa perlu pergi ke tempat lain? Haruskah kembali ke hotel dan pulang ke rumah saja? Sebab setiap kali aku melontarkan pertanyaan sejenis, maka dia akan menjawab dengan kebohongan: “Aku baik-baik saja.” Barangkali jawaban semacam itu, aku baik-baik saja, merupakan sebentuk tameng bagi seseorang agar orang lain tidak mencoba berusaha mencari tahu lebih dalam. Senyum, kepura-puraan, dan kalimat “aku baik-baik saja”; semua itu sekadar bentuk dari manifestasi perlindungan dalam wujud halus. Jauh lebih mudah tersenyum dan mengatakan kebohongan daripada menjelaskan kondisi sebenarnya. Orang selembut ini, yang tidak ingin membagi rasa sakit kepada siapa pun, biasanya jarang memperlihatkan rahasia tergelap dalam benak mere

