Bab 34

1429 Words

BAB 34: Persaudaraan yang "Merenyahkan" Matahari siang itu memanggang aspal area parkir kampus dengan kejam, namun di area pusat kebugaran elit yang terletak di sayap utara, suasananya jauh lebih sejuk. Arga menyandarkan punggungnya pada tiang beton penyangga tribun kolam renang, menatap Regin yang baru saja muncul dari dalam air dengan napas yang memburu. Regin mengusap wajahnya, butiran air berkilau di bahunya yang tegap. Ia melangkah naik ke tepian pualam, mengambil handuk putih yang tergeletak di kursi santai. "Waktu kamu naik dua detik dari minggu lalu, Gin. Lagi banyak pikiran?" Arga melempar sebotol minuman isotonik ke arah sahabatnya. Regin menangkapnya dengan satu tangan, lalu meneguknya hingga separuh. "Hanya kurang tidur. Tugas akhir dan... urusan rumah yang sedikit berantak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD