aku sangat mencintai nya, namun karna beda keyakinan, kami harus menjalani hubungan secara sembunyi-sembunyi,
"sayang, kok bengong aja?", menyadarkan ku dari lamunan, "eh maaf sayang, ada apa" dia pun tersenyum sambil memeluk ku
"aku bosan harus begini, selalu mencuri waktu bila harus bertemu " ku tatap wajah nya yang ceriah berubah sedih,
"maaf kan aku sayang, tapi kedua orang tua ku tak mengijinkan ku berhubungan dengan mu karna kita beda keyakinan, tapi itu tak membuat aku berhenti mencintai mu" ku tatap sayang dia
kami pun akhir nya pergi untuk jalan-jalan sambil mencari makanan,
setiba nya d kafe kami pun memesan makanan, kami pun makan dengan senang,
"habis ni kita kemana sayang" tanya nya sambil memegang tangan ku,
"pulang aja ya, nanti ayah nyarik in" jawab ku, dia pun tersenyum sambil mengiyakan jawaban ku.
aku pun tiba di rumah pukul 3 sore, ku lihat rumah masih sepi, " pada kemana semua nya y, tau gini tadi bisa nonton dulu huff"
tak terasa aku pun ketiduran, dan kulihat keluarga ku sudah di rumah,
"dari mana si yah, kok ninggalin aku sendirian
"kirain kamu tadi lama pulang, jadi kami tinggal deh" kata kakak perempuan ku, "tega amat sih" aku pun pergi meninggalkan mereka.