Seluruh perhatian tentu saja tertuju pada ketua OSIS, Kak Robby dan juga wakilnya datang untuk berkenalan dengan siswa-siswi baru. Tak terkecuali niat Robby yang memanfaatkan ketenaran dirinya sebagai ketua OSIS. Menggerutu dalam hati, rasanya ingin sekali Anjarani sumpal mulut manis ketua OSIS itu. Ia masih berdiri di depan kelas dan kakak OSIS yang memandanginya tidak suka. Siapa yang tidak kesal? "Terima kasih, aku sudah boleh duduk Kak?" Tanyanya pada Kak Yolanda. Dia tersenyum ketika menyadari Robby diacuhkan oleh Anjarani. "Silahkan." Sudah seperti seonggok manusia tidak berguna, Robby sedikit tersinggung dan kemudian memasang wajah tidak sukanya pada Anjarani. 'Sialan ini cewek! Sok jual mahal banget.' Batin Robby berdiri di depan kelas. Naluri pria yang selalu ingin mena

