"Jadi, kenapa lo Skype gue pagi-pagi?" Aurora bertanya pada layar laptopnya yang menampilkan wajah seorang laki-laki. "Emang nggak boleh?" Laki-laki itu menjawab pertanyaan Aurora dengan satu pertanyaan lagi, membuat gadis itu berdecak. "Sejujurnya, nggak boleh," Aurora mengikat rambutnya asal-asalan, kemudian berlari menuju meja belajarnya untuk memasukkan beberapa buku dan barang yang diperlukan ke dalam ranselnya. "Ra, lo dimana?!" "Apa? Bentar, gue lagi beresin tas!" Teriak Aurora agar laki-laki itu bisa mendengar suaranya. "Lagian lo sih aneh-aneh aja minta Skype pagi-pagi gini, gue kan mau ngampus, Fizh." Setelah tasnya siap, Aurora mengambil coat yang tergantung di sudut kamarnya, beserta sepatu yang juga ada di dekat sana, sebelum akhirnya kembali menghadap laptop yang ada di

