PENGAP

1107 Words

Sial! Hati Panji mengutuk dirinya sendiri yang seakan lupa kalau dia masih punya istri. Panji segera mungkin mengambil handphone-nya dan mengecek apa mau Evelyn menghubunginya. Ck! Panik kan? Takut ketahuan? Dasar lelaki, sama saja dimana-mana, berani main api tapi panik pas lihat ada asapnya. Itu adalah ungkapan menyindir di dalam hati Ajeng untuk Panji. Menurutnya semua laki-laki sama saja karena mereka pengecut. Mereka tak berani pada istri mereka dan tak ingin keluarganya rusak cuma tetap tak bisa menahan diri dengan godaan birahi. Ajeng bisa menerima kalau masalah di hotel itu bukan hanya kesalahan Panji tapi juga masalah yang dia buat sendiri. Cuma kali ini dia tidak mengundang Panji ke dalam kamarnya. Ajeng juga tidak minta diperlakukan sebagai seorang istri meski saat ini dia b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD