OVERTHINKING

1842 Words

"Lima, sepuluh, atau dua puluh tahun pun gak akan pernah ada cinta diantara kita!" "Memang. Tapi aku hanya ingin memastikan anakku dapat cukup ASI dan minimal dia sudah bukan lagi balita saat kau pergi!" Kejam. Seumur-umur Ajeng tak pernah melihat orang se-menyebalkan dan se-perhitungan Panji. Dia sudah mengukur segalanya sangat matang. Sebagai sekretarisnya, Ajeng harusnya sadar se-rapih apa kerja bosnya, bukan? "Hahaha." Ini yang membuat Ajeng terkekeh menyadari kebodohannya dengan matanya masih menatap sinis ke Panji sampai pria itu agak sedikit gugup melihat Ajeng yang tak pernah seperti ini sebelumnya. 'Ajeng gak kesurupan kan?' "Kamu gak pernah tertawa begini sebelumnya." "Karena saya belum pernah bertemu orang se-menyebalkan Bapak sebelumnya!" Jawaban yang to the point a la A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD