"Pak, saya mohon, sudah cukup Bapak bikin saya susah. Tolong jangan bawa-bawa keluarga saya." "Turun sekarang! Jangan buat drama." Sayangnya, bagaimanapun Ajeng memelas, tetap saja Panji tidak mendukungnya. Pria itu tetap turun dari mobil dan terpaksa Ajeng mengikutinya meski sepanjang jalan dia tetap berbisik-bisik dengan suara pelan memohon agar Panji membatalkan niatannya. "Den Panji?" Hingga mereka sampai di kamar Deden, pria itu kaget melihat kedatangan Panji dan Ajeng. Karena ini baru pertama kalinya Panji datang menjenguknya. Keluarga Panji yang sering menemuinya ibu dan ayahnya Panji. Ibunya kalau tak diantar ayahnya Panji, biasa datang dengan ibunya Ajeng dan Ita. Kadang mereka diantar Sarita, Ajeng, atau Jimmy. Jadi ini aneh saja Panji yang datang. "Si-silakan duduk Den, ad

