Waktu berlalu tanpa terasa. Hari-hari yang dulu terasa panjang sekarang berlalu begitu cepat, seolah tidak ada jeda. Arka kini sudah berusia sepuluh bulan. Ia tidak lagi hanya terbaring diam seperti dulu. Sekarang, ia sudah mulai merangkak ke sana kemari, menarik apa saja yang bisa dijangkau, bahkan sesekali mencoba berdiri sambil berpegangan. Rumah yang dulu terasa tenang kini dipenuhi suara kecil yang hidup. Tawa, celotehan, dan langkah-langkah mungil yang belum stabil. Pagi itu, Nayara duduk di lantai ruang tengah, memperhatikan Arka yang sedang berusaha meraih mainannya. “Ayo... sini...” katanya lembut. Arka tertawa kecil, merangkak dengan semangat meskipun beberapa kali hampir terjatuh. Raka berdiri di dekat pintu, mengenakan kemejanya, siap berangkat kerja. Ia memperhatikan mereka

