Jeana memandang penuh empati ke arah celah pintu studio lukis. Dari situ dia bisa melihat aktivitas yang dilakukan oleh Madilyn saat ini. Bosnya itu pasti sedang melampiaskan semua emosi yang mengganggu pikirannya pada kanvas kosong di hadapannya. Sejauh yang Jeana tahu lukisan yang dibuat dengan penuh emosi dalam diri pelukisnya akan menghasilkan sebuah lukisan yang gelap, berwarna cenderung suram tapi justru diminati oleh para kolektor lukisan. Entahlah dilihat dari segini mana keindahannya, karena Jeana memang cenderung lebih menyukai lukisan-lukisan dengan corak warna terang, dinamik dan ceria ketimbang yang gelap, suram dan penuh misteri. Ketika Jeana sedang memikirkan bosnya itu ponselnya berdering. Dilihat dari deretan nomor yang tampil di layar ponselnya kemungkinan itu kurir del

