“Papa beneran nggak nyangka kalau perempuan yang kamu hamili itu Madilyn Advik,” komentar Papa, setelah Mama menyabotase si kembar. Kini Saveri dan papanya mengobrol di ruangan lain tapi tidak terlalu jauh dari posisi si kembar berada. Saveri tak ingin anak-anaknya merasa cemas jika tidak melihat dirinya barang semenit saja. “Memangnya kenapa, Pa? Sepertinya nama itu berkesan banget buat Papa.” “Dia salah satu pelukis favorit Papa. Dari kali pertama karyanya beredar Papa suka dan tentunya penasaran pada sosok pelukisnya. Sayangnya Papa belum berkesempatan jumpa sama pelukis dengan inisial MA itu sampai saat ini karena kesibukan Papa di kantor.” “Pa, serius?” tanya Saveri tidak percaya. “Papa punya salah satu karyanya. Papa beli di suatu pameran lukisan. Tapi lupa kapan tepatnya. Ya

