Di kamarnya Madilyn kepikiran kondisi Saveri. Hari ini sudah masuk hari kedua sejak Saveri mengetahui keberadaan si kembar di dunia ini, laki-laki itu belum ada menghubungi Madilyn lagi. Hal itu membuat Madilyn gelisah. Entah apa yang sedang dilakukan ataupun dipersiapkan Saveri untuk menghadapi situasi seperti ini. Ingin sekali Madilyn menghubungi Saveri. Namun nyali dan keberaniannya hanya sampai pada membuka ruang obrolannya dengan Saveri saja. Selebihnya dia tidak tahu mesti bagaimana untuk mengawali komunikasi di antara mereka. Karena memang selama mereka bertemu kembali selalu Saveri yang menghubunginya lebih dulu. Terdengar suara ketukan pelan dari pintu kamarnya. Tak lama kemudian muncul sosok si kembar yang memohon izin memasuki kamarnya. Madilyn tersenyum melihat sikap sopan an

