Ponsel Saveri berdering panjang ketika Dafhina baru saja meninggalkan ruang kerjanya. Dia melirik sekilas ke arah layar ponsel. Setelah melihat nama Gama yang tampil buru-buru Saveri menerima panggilan tersebut. “Ya, Gama? Bagaimana?” sapa Saveri terlebih dahulu. Tidak seperti Saveri yang biasanya, yang selalu membiarkan orang lain menyapa atau menegurnya lebih dulu. “Saya mau menyampaikan kalau Ibu Madilyn sama anak-anaknya sudah diantar sampai rumah.” “Sudah kamu pastikan dengan benar mereka bertiga masuk ke dalam rumah dengan selamat?” “Ya, Pak. Saya membantu Ibu Madilyn memasukkan mobil ke dalam garasi rumah. Saya meninggalkan rumah Ibu Madilyn juga setelah mereka bertiga berada di dalam.” “Kondisi Madilyn bagaimana?” “Sudah jauh lebih baik. Hanya saja beliau cuma diam sela

