Saveri mondar mandir di ruang kerja kantornya. Dia sedang menunggu kabar dari orang kepercayaannya yang diperintahkan untuk mengikuti aktivitas Madilyn selama satu minggu terakhir. Terdengar konyol memang. Dafhina juga sudah memberinya peringatan agar menghentikan perbuatan kekanak-kanakannya ini. Istrinya itu sudah memperingatkan kalau sampai Madilyn tahu soal ini maka habislah kesempatannya untuk mendapatkan mantan kekasihnya itu kembali. Namun Saveri seolah tutup mata pada semua nasihat Dafhina. Dia benar-benar sudah putus asa mencari cara untuk bisa mendekati Madilyn dengan cara masuk akal. Sekitar pukul empat sore sekretaris Saveri menyampaikan bahwa dia mendapatkan kabar dari bagian resepsionis ada seseorang yang ingin menemuinya. Saveri hanya mengangguk mempersilakan orang tersebu

