Gelap. Hanya itu yang dirasakan Astro saat ini, dia melangkah menggunakan instingnya. Rasa putus asa menuntunnya berjalan, dia tidak lagi peduli pada apa pun selain Kouki sekarang. Bunyi dedaunan dan juga ranting beradu dengan sepatu Astro membuat suara yang tidak lagi sunyi. Bunyi semilir angin dan lolongan serigala yang jauh juga terdengar dengar dengan jelas. Semakin Astro berjalan masuk ke dalam hutan itu, semakin kencang jantungnya berdetak. Udara dingin yang Astro rasakan walau dia menggunakan jaket itu tidak membuatnya berhenti berkeringat, dia justru merasakan keringatnya mengalir dari dahinya. Suara derap langkah membuat Astro menghentikan langkahnya, sesaat dia melihat ada kilatan cahaya. Astro langsung mengambil langkah cepat dengan bersembunyi di balik pohon besar. Mereka

