A and K | 45

2149 Words

Tengah malam, Kania terbangun. Lalu meminum air putih yang tersedia di atas nakas, setelah itu Kania menoleh pada Alsen yang tertidur menghadap dirinya. Cambang tipis itu selalu senang dia elus akhir-akhir ini sebelum tidur, untunglah Alsen tidak keberatan dengan keanehan Kania. "Alsen, bangun!" Kania menggoyangkan lengan Alsen, lalu mengusap rahangnya. Alsen menggeliat, dia menggaruk pipi dengan keadaan masih menutup mata. "Apa sih, Nia? Ini masih malam kan, kok udah bangun aja. Tidur lagi." Kania menggigit bibir bagian bawahnya. "Alsen aku mau makan pempek, yang pedes." Kedua mata Alsen terbuka, dia mengernyit bingung. Sebelum membalas ucapan Kania, Alsen melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul satu dini hari. "Mau banget malam ini?" tanya Alsen lagi memastikan, siapa tahu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD