A and K | 55

2459 Words

Kania yang baru saja bangun tidur menggeliat sambil merentangkan otot-otot tubuhnya. Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, dia ketiduran selama dua jam lamanya. Saat mengusap mata, sebuah cahaya mengenai tepat pada matanya. Cahaya dari sebuah laser berwarna merah. Kania menutupi dengan telapak tangannya, kemudian mencoba menghindar. Benar saja, ketika cahaya itu mengenai tembok putihnya, sangat jelas terlihat. "Mommy!" Kania berteriak ketakutan. Dia cepat takut, cepat bereaksi dengan hal-hal demikian. Segera gadis itu beranjak dari tempat tidurnya, keluar kamar terburu-buru. "Sayang, kenapa?" tanya Arabelle yang disusul oleh Alex di belakangnya. Teriakan Kania kencang sekali, sampai terdengar dari ruang keluarga. "Alex ambilkan Nia minum. Sayang ayo duduk dulu, kamu kenapa?" "Mom, ad

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD