Bab 19. IKCD

1031 Words

Bee mengeliat di balik selimut tebal itu. Sejenak dia terdiam ketika merasakan seperti ada benda yang menimpa perutnya. Lalu perlahan dia buka matanya. Wajah Bastian yang begitu dekat dengan hembusan napas yang terasa menyapu bagian wajahnya. Bee tersenyum kecut. Entalah, kenapa dia hampa ketika melihat wajah lelaki tersebut? Jika saja Bastian tidak menikahinya karena balas dendam dan hutang, mungkin Bee akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini karena memiliki suami yang tampan. "Kau bahkan seperti bahagia melihatku menderita, Tuan." Lama dia tatapan ukiran Tuhan paling sempurna ini, sebelum akhirnya Bee turun pelan dari ranjang. Wanita itu bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia sampai melewatkan jam makan malam karena pertengkaran mereka semalam. Perempuan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD