Bab 16. IKCD

823 Words

"Kak Galang." Bee menyeka air matanya. Galang berjalan kearah tiga gadis yang duduk di taman kampus tersebut. Sementara Tata dan Chaca saling senggol-senggolan satu sama lain. "Kenapa menangis?" Galang menatap gadis itu penuh selidik. "Tidak apa kok, Kak. Tadi lagi bahas adegan sedih drama favorite aku," jawab Bee asal. Tidak mungkin dia menceritakan masalah yang menimpanya pada Galang. "Sudah sarapan?" Tumben sekali lelaki ini menawarinya. Bee menggeleng. Tadi pagi dia memang tidak memasak dan sarapan seperti biasa dengan suaminya. Jangankan untuk masak bahkan bicara saja dia benar-benar tidak mood akibat kejadian tadi malam. "Belum, Kak," sahut Bee. "Ini." Galang memberikan kotak nasi berukuran kecil pada Bee. "Untuk aku, Kak?" Galang membalas dengan anggukan. Tanpa bas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD