17. Pemaksaan Kenzo

1346 Words

Maya melirik ke seberang mejanya. Ia duduk dengan sedikit tegang. Kenzo, pria itu sedang fokus pada berkas yang baru ia sodorkan. Ia menatap. Merasakan bahwa Kenzo memiliki paras yang cukup rupawan dan membuatnya hampir mendekati rasa simpati yang cukup mendalam. Namun ia ingat akan sifatnya yang menyebalkan. Tiba-tiba saja Kenzo meliriknya membuatnya terperangah. Kenzo tersenyum seraya berucap, “Kamu revisi lagi nanti, aku mau yang sempurna,” Maya merasa kesal lagi, raut wajahnya cemberut tapi berusaha tenang dan tetap tersenyum dibuat seramah dan sebaik mungkin. “Tuan Kenzo Georgio, maaf sekali tapi ini sudah kesekian kalinya aku revisi, lagipula kita di luar bukan di kantor,” Kenzo menaikkan alisnya dan tetap menyuruhnya untuk merevisi berkas tadi. “Revisi bagian depannya saja, sel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD