" Selamat datang lagi sayang..." ucap Niel sebelum ia membuka pintu rumah miliknya dan mengecup lembut pipi mulus Bella dengan hangat. Bella hanya tersenyum lalu berjalan mengikuti tuntunan tangan Niel yang terus menggandengnya sejak tadi. Bahkan saat mereka mampir hanya untuk meluruskan kaki, dan makan siang, iel tetap menggandeng tangan Bella seolah memamerkan bahwa mereka adalah sepasang kekasih. " Niel... Aku kangen rumah ini. Aku kangen sama perasaan takut ngotorin rumah ini" Niel membalas ucapan Bella dengan senyuman. " Ayo sayang, kita istirahat dulu. Kamu pasti capek. Kamu laper?" tanya Niel penuh perhatian. " Nggak. Aku cuma agak gerah aja" " Ya udah, kalau gitu kamu mandi aja. Aku akan buatin kamu minuman" " Minuman? Jangan bilang kamu mau ngasih aku minuman seperti saran m

