bab 4

755 Words
Setibanya di rumah abi Luthfi, Kahfi dan Aiman bergegas ke ruang dimana kajian dilaksanakan, ternyata beberapa teman kajian Aiman yang sudah hadir. Aiman bergegas bergabung dengan teman-temannya meninggalkan Kahfi yang sedang menggoda Ummi Halimah, sesekali Kahfi menyindir Aiman. "Mi, kan ila sama yang Ozan gagal. Umi gak mau begitu minta abi jodohin ila sama salah satu murid abi?" Canda Kahfi "Ada-ada aja kamu itu afi, anaknya denger ngambek lagi ke kamu baru tau." Jawab Umi Halimah. "Afi kan cuma mau yang terbaik buat ila mi, tapi ayah kenapa gak jadi aja mi buat ngejodohin anaknya sama siapa tuh yang si pilot-pilot itu" balas Kahfi dengan nada yang sengaja di keraskan di akhir agar Aiman bisa mendengar. "Fi, kita tidak bisa memaksakan kemauan kita ke siapapun. begitupun ayah ke Ila. Meski Ila itu anak kandungnya. ayah hanya mau yang terbaik untuk anak-anaknya, sama kaya ayah dukung kamu sama anak abah kan? mungkin sekarang, Ila masih mau fokus dulu jadi belum mau mikir ke arah sana lagi dulu." Umi Halimah menjelaskan ke Kahfi. "tapi nih ya mi, kalau. ini masih kalau loh ya. ada teman Afi mau khitbah Ila, bismillah secara agama sih cukup lah mi. apakah boleh?" tanya Kahfi sambil melirik Aiman di pojok ruangan. tiba-tiba abi Luthfi muncul. "Afi, itu umminya abi ya kenapa kamu ikutin terus sih? tumben datang duluan? biasanya di teror telepon dulu baru sampai" ucap Abi Luthfi pada Kahfi. "hehehe, tadi bareng Aiman bi makanya cepat datangnya. yang lain katanya dalam perjalanan bi kecuali Ila katanya dinas dulu baru ke sini" jawab Kahfi atas pertanyaan abi Luthfi. "ya sudah kamu mau ikut kajian atau tunggu di dalam? ummi tadi masak kesukaan kalian semua" tanya Abi Luthfi Lagi "yang pasti,,, Afi tunggu di dalam lah bi. lapar Afi bi. Ya sudah bi, titip teman Afi ya. Tolong di beri pencerahan agar lekas mengirimkan proposal ta'aruf bi." balas Kahfi. "Kasihan bi, zina hati dari SMA. hehehehe" lanjut Kahfi sambil berlari kedalam ruang keluarga Abi Luthfi. *** satu jam berlalu setelah kehebohan yang dibuat Kahfi kini beberapa saudaranya yang lain sudah mulai berkumpul. "Assalamu'alaikum, yang belum datang siapa ya?" Andra selaku yang tertua diantara mereka mulai angkat bicara. "Ila yang belum datang bang, katanya masih di jalan. baru selesai dinas dia. kalau Ifa kan memang tidak bisa" jawab mitha. "Fi, coba kamu jemput Ila di depan ya. mungkin dia nanti tidak berani masuk sebab di ruang depan kan masih banyak murid-murid abi." perintah Ian. "oke bang, tuan putri satu itu Afi jemput pakai kereta kuda di depan." canda Kahfi. Setelah menerima pesan dari Nahda, Kahfi lantas mendatangi mobil Nahda dan mengetuk kaca mobil. "Assalamu'alaikum, yuk La yang lain udah nunggu loh" salam Kahfi yang bergegas mengajak Nahda masuk kedalam rumah. "Wa'alaikumussalam Afi, tapi Ila malu loh fi. lagi banyak tamu" jawab Nahda sedikit getir. "gak apa-apa, itu cuma murid kajian abi kok." sanggah Kahfi. setelah itu Nahda keluar dari mobil dan memasuki halaman rumah Abi Luthfi. "Assalamu'alaikum, abi" salam Nahda canggung sambil mencium tangan Abi Luthfi. "Wa'alaikumussalam, baru pulang kerja langsung ke sini ya? langsung ke dalam ya, yang lain di dalam nanti abi nyusul. makan dan istirahat dulu jangan langsung latihan ya La." perintah abi Luthfi. " baik abi, kalau begitu Ila masuk ya." pamit Nahda. Aiman yang sedang menunduk membaca bukunya langsung mengenali suara itu sejak salam di ucapkan. Sejak kapan dia kembali? tapi kenapa setiap rapat tidak pernah datang. Batin Aiman dalam hatu. "maaf ya tadi sempat keganggu sebentar. " ucap Abi Luthfi pada murid-muridnya "Itu yang akhwat siapa abi?" tanya salah satu murid Abi Luthfi. "itu Ila, anak sepupu Abi sekaligus anak susuan ummi." jawab abi Luthfi "Cantik bi, dari wajahnya kelihatan pintarnya ya bi" kicau murid yang lainnya. "Alhamdulillah, baru satu bulan lalu kembali setelah selesai program spesialis kedokterannya di Eropa" jawab Abi Luthfi. ternyata sudah satu bulan di Jakarta. Tapi kenapa gak pernah datang kalau lagi kumpul atau rapat ya. Batin Aiman lagi "Kenapa Man, kaya bingung gitu?" tanya Abi Luthfi pada Aiman. "ndak apa-apa Abi. tapi Maaf bi, kebetulan kan Ana, Kahfi dan Dia satu organisasi. Kalau sudah satu bulan kembali kenapa ndak pernah datang ya bi kalau ada acara?" tanya Aiman. "ya kamu kan tau, dia 2 tahun lalu di khitbah sebelum berangkat lah dalah begitu pulang kok di tinggal nikah makanya ndak ikut dulu acara-acara begitu." Jawab Abi Luthfi "berarti bisa dong bi?" tanya murid Abi Luthfi yang lain. "Bisa apa loh?" tanya Abi Luthfi bingung. "titip proposal lah bi" jawab beberapa murid Abi Luthfi selain Aiman kompak "hahahahaha" Abi Luthfi hanya menanggapinya dengan tawanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD