"Makasih abi, tapi untuk undangan dari Kyai Kus itu untuk kapan ya? Maaf abi, supaya bisa menyesuaikan dengan jadwal terbang" tanyaku bingung. Sebab tadi abi tidak memberitahu undangannya untuk kapan. "Yang dari Kyai Kus, sesempatnya kamu saja man. Tadi abi telepon dia juga katanya sebisa kamu saja" jawab abi " baik abi, terima kasih. Mohon pamit abi, sudah mau isya takut ibu khawatir di rumah. Assalamu'alaikum" pamitku pada abi Lutfi. "Wa'alaikumussalam" jawab abi Lutfi Setelah mampir sholat isya sejenak di masjid dekat rumah abi Lutfi aku segera pulang ke rumah. Tak sabar rasanya membuka amplop yang abi Lutfi sampaikan, entah karena alesan apa abi Lutfi memintaku untuk membukanya bersama keluarga. Setibanya aku di rumah, sudah ada seluruh keluargaku. Termasuk dua kakakku dan suam

