"baiklah maafkan diriku Evan, tapi jangan pernah kau lampiaskan semua amarahmu pada Fusya." Evan hanya tertawa terbahak-bahak mendengar nya, ia menjambak rambut Fusya, "kau dengar! Aku tidak boleh melampiaskan semuanya padamu Fusya." Evan melempar tubuh Fusya di bawah lantai, "sekarang aku akan membunuhmu." "Tidaakk....jangan!" Teriak Larry Duar...duar... suara tembakan yang tepat menembak jantung Fusya. Wanita itu penuh darah di bagian tembakan, dua peluru mampu membuat tubuhnya merasa sakit yang mendalam. "Tidaaaaaaakkkk..Fusya ....." Tangis Larry sangat keras. "Larry...." Satu kata yang keluar sebelum wanita itu benar-benar menutup matanya untuk yang terakhir kalinya, tubuhnya tergeletak lemah berceceran darah di sekitar nya. Evan hanya tertawa puas, "lihat Larry...aku akan berk

