"Aaaaaaaaaaaaaaaaaa." Teriak Freddi saat Fusya menempel spatula yang baru saja tercampur minyak panas di lengan Freddi. Fusya memundurkan langkah dan menjauh dari Freddi. "Kauuuuu!!! Brengsek.. kau.. aaaasshhh." Teriak Freddi. "Jangan menyentuh ku Freddi.. kehormatan ku adalah milik Larry, kau tidak berhak menyentuh ku." Ucap Fusya. "Jalang.. lihat saja kau yaaa.. lihat yang akan terjadi.. kau hanyalah bahan tertawaan ku setelah kejadian ini Fusya." Ucap Freddi pergi. Ting tong.... Ting tong... "Larry.. Larry pasti datang." Ucap Fusya berbicara sendiri. Ia merapikan rambutnya dan berjalan ke arah pintu. "Larry...." Fusya tersenyum saat mendapati suaminya sudah berdiri di depan. Fusya mendekati Larry, berdiri di depan, menempelkan kedua telapak tangannya di d**a bidang Larry. "Ak

