Part 25

518 Words

Fusya meremas sprei kamarnya sendiri saat ini sendirian di kamar. Ia menunggu kedatangan Larry, Fusya tak ingin hubungan yang seperti ini, Fusya juga tak ingin rumah tangganya hancur begitu saja. "Larry dimana kau?" Ucap Fusya berbicara sendiri. "Aku sudah pernah kau perlakukan dengan kasar Larry, bahkan sangat kasar, tapi aku tak pernah serendah ini  beralasan berselingkuh di belakang mu, terlebih lagi itu adalah dua pria." Tangis Fusya terus membayangkan perkataan Larry. "Aku juga bukan p*****r Larry, aku tidak serendah itu." Tangis Fusya kini semakin sedih. Di sisi lain.... "Kerjamu begitu bagus Freddi, kau tahu... Aku benar-benar puas mendengar bahwa tubuh wanita itu memiliki banyak luka memar di tubuhnya, aku sangat senang, andai aku ada disana, pasti aku melihat langsung dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD