"Pelacur.... Kau selingkuh?" Ucap Larry meletakan botol bir di atas meja dan mendekati Fusya. "Apa maksudmu Larry? Ada hal yang ingin ku ceritakan, tolong dengarkan aku." Fusya hendak bersender di bahu Larry, namun Larry dengan cepat menolak. "Pelacurrr... Kau selingkuh Fusya, bisa-bisanya kau selingkuh dariku." Plakkkkk Larry menampar keras pipi Fusya hingga wanita itu terbentur tembok. "Kau salah paham Larry, aku akan menjelaskan semuanya." Tangis Fusya menjauh dari Larry. Fusya bisa merasakan ada jiwa iblis kini merasuki Larry, matanya begitu merah, amarah ini tak seperti dulu saat Larry berlaku kasar. Kreeekkkkk Larry merobek semua pakaian yang dikenakan Fusya, Larry mengendong tubuh Fusya lalu ia melemparkannya tepat di bawah karpet yang penuh dengan percahan kaca vas bunga.

