Eh, kabut hitam terasa dingin saat bersentuhan dengan kulitku. Memangnya ini apa sih? Mantra pemanggil salju? Asyik dong, ada salju di dalam mal. Hmm ... sepertinya wujud mantra ini hanya kami yang bisa melihat, soalnya pengunjung mal yang kebetulan lewat bersikap biasa-biasa saja tuh. Malah lebih terpesona melihat Alex. Lah, sempat-sempatnya pula aku memelototi gadis-gadis remaja yang bersiul-siul menggoda suamiku. Mendadak ada suara seperti logam beradu. Aku berusaha melihat lebih jelas apa yang terjadi di tengah kabut. Kok seperti ada benda yang berkilat? Mataku terpicing seperti menatap layar laptop di penghujung jam kantor, alias sudah gurem. Oh s**t! Mereka membuat anak-anak panah yang tak terhitung banyaknya! Aku mau mundur ke belakang Alex, tapi dia menahanku. Woi, bangke! Aku t

