Akhirnya aku bergegas pergi sebelum Alex datang menyeretku pulang. Lelaki satu itu tidak pernah mengancam. Dia selalu melakukan apa yang dikatakan. Nasib, oh nasib. Sorry ya Firza dan ibunya, aku belum bisa menolong kalian. Begitu duduk di dalam mobil aku bernafas lega. Setidaknya aku aman dari gangguan hantu asing lainnya berkat cincin obsidian. Kalau tidak tambah pusing lah kepalaku mendengar berbagai macam permintaan, belum lagi kalau ada hantu yang cuma ingin curhat. "Suamimu benar-benar posesif." Steve muncul kembali. Aku yang sudah tidak bisa terkejut mengerucutkan bibir, "Yah, mau diapain lagi? Dia begitu juga untuk melindungiku. Seperti kejadian kemarin di rumahmu, ingat?" Steve meringis, "Aku tidak tahu akan berkembang seperti itu. Kapan kalian akan menolong merebut tubuhku ke

