Aku ternganga. Jadi bisa dikatakan aku jadi istri seorang lelaki tua yang sudah pernah menikah? Duda tua? Yah, meskipun secara fisik Alex berhenti menua, tapi secara umur dia 'kan sudah tua! Aku layak shock dong ya, saudara-saudara? "Kenapa nggak kasih tahu kalau pernah punya istri? Dia kenapa? Meninggalnya sudah lama?" Oke deh. Aku belum bisa melenyapkan nada ketus dalam suaraku. "Apakah itu penting? Bukankah sekarang kamu istriku?" Alex tersenyum geli. Sialan. Dia malah merasa lucu melihatku ngambek. Dasar kakek-kakek. "Hei, umurku belum setua itu." "Biarin." Suara tawanya itu loh. Sedang keki pun aku tetap menyukainya ... "Iya dong! Aku 'kan harus tahu dengan siapa aku menikah. Siapa tahu kamu malah masih beristri satu atau dua, atau bahkan punya anak!" Fix, aku ingin bertengkar.

