Tidak Dikira

2034 Words

“Jadi, Bapak dan suaminya bu Sonia itu saudara sepupu?” tanya Alaina ketika mereka berkendara menuju rumah Langit. Austin mengangguk sebagi jawaban. “Bapak cuma datang ke rumah sakit untuk kasih makan siang saja? Suruhan suaminya?” Austin menggeleng. Alaina mengangkat alisnya, “kenapa Bapak dari tadi cuma angguk-angguk dan geleng-geleng?” Austin memutar matanya, “karena saya enggak mau bahas Sonia.” “Sonia?” timbul kejahilan Alaina. Dia ingin meledek Austin lagi, “sedekat itukah sampai memanggil nama?” “Alaina.” Austin mulai jengkel. Dia sedang patah hati karena Sonia yang memilih untuk menikah dengan kakak sepupunya daripada dengannya. Dia sadar, bahwa kakak sepupunya lebih tampan dan lebih dari segalanya. Walau keputusan menikah itu sudah lama, baginya tetap saja seperti kemari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD