“Austin kenapa?” tanya Langit masuk ke dalam ruang perawatan Alaina, “ tadi kulihat dia lari-lari kejar Kaila.” “Austin khilaf.” Jawab Alaina, “Kaila bilang temanmu itu mencium Kaila di bibir.” Alis Langit naik, “lalu apa masalahnya?” dia benar-benar tidak mengerti. Hanya sebuah ciuman saja dua orang itu heboh. “Masalahnya ….,” Alaina memutar mata, “Kaila itu polos. Itu ciuman pertama dia, dan Austin enggak minta maaf, dengan percaya dirinya dia bilang pada Kaila kalau dia enggak akan jatuh cinta lagi. Perempuan mana yang enggak sedih dan kesal? Aku kalau di posisi Kaila, bakalan kesal.” Langit tertawa. Dihampirinya istrinya lalu berdiri didekatnya. Digenggamnya sebelah tangan Alaina yang tidak terluka lalu berkata, “Aku ‘kan mencintaimu, jadi aku enggak akan seperti Austin.” Alain

