Langit sedang tidur di pangkuan Alaina. Mereka berdua berada di ruang keluarga dengan Alaina yang sedang menonton televisi, dan yang Langit memejamkan mata merasakan usapan lembut jemari lentik istrinya di rambutnya. Hari sudah beranjak malam namun mereka berdua belum beranjak. Langit menyukai kebersamaannya dengan Alaina seperti ini. Tidak melakukan apa pun namun tidak bisa. Dia baru pulang kerja setelah sebelumnya mengantar pulang Alaina pulang setelah dari toko lumpia Bayu. “Ganti baju, Lang.” Langit menggeleng. “Aku sedang malas.” Gumamnya masih merasakan enaknya usapan jemari Alaina di dahinya. Kemudian kedua tangannya terulur menarik jemari Alaina. Digenggamnya jemari tersebut lalu diciumnya berulang kali. Terdengar suara Alaina yang sedang mengunyah kripik singkong. Dia terseny

