Bu Diana mengangguk paham. “Ha!” Pak Tama mendengkus, “Selama janur kuning belum melengkung, Ina masih bisa dimiliki siapapun termasuk Langit.” “Tama,” Bu Diana menghela napas lelah pada kegigihan suaminya demi agar Langit bersama dengan Ina, “Ina sudah punya calon suami.” Dia kembali menegaskan kalimatnya agar Pak Tama mengerti bahwa cinta tidak bisa dipaksakan. “Kan sudah kubilang, belum ada janur kuning,” Pak Tama mengangkat bahu, “aku saja bisa mendapatkanmu padahal kamu besokannya mau menikah.” Mata Alan dan Kia melebar. Terutama Alan. Dia tidak menyangka bisa mendengar hal itu. Dia begitu terkejut mendengar pengakuan Pak Tama. Dia melirik Kia yang berdiri di sampingnya. Benar yang dikatakan Kia bahwa Bierhoff akan melakukan apapun demi mencapai keinginan mereka walau kotor sekali

