Faktor Kehamilan

2014 Words

“Tentu saja saya menjemputmu, Bu.” Wanita itu tersenyum ramah. Alaina menghela napas. Ditatapnya wanita itu tajam, “saya curiga.” “Curiga apa?” Dia tertawa melihat wajah Alaina yang cemberut. Senang betul dia meledek istri Langit. “Kalau kamu mau ketemu Langit, dia enggak ada.” Alaina bersidekap. Dia benar-benar jengkel. Wanita itu mengibaskan tangannya, “saya mau jemput anda, Bu. Lagipula, anda sudah ditunggu pak Tama dan bu Diana.” Setelah itu dia mengangkat dengan mudah koper milik Alaina. Mau tidak mau Alaina mengikuti orang itu. Wati mengekori dari belakangnya. Saat sudah sampai pintu keluar, Alaina berhenti. Dia berbalik menatap Wati. “Tolong jaga rumah selama saya pergi.” Katanya. Wati mengangguk. “Jangan bawa pacarmu ke rumah. Mengerti?” Lagi, Wati mengangguk walau seteng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD