40. Milik Daddy

773 Words

Suasana pagi yang cerah berlanjut hingga ke halaman depan rumah. Matahari dengan sinarnya yang lembut menggantung manis di langit, angin sepoi-sepoi membawa aroma rumput yang baru disiram. Di depan mobil hitam mengilap yang sudah menunggu, Ayaka dan Akio berjalan beriringan sambil saling sikut-menyikut menyikut untuk memperebutkan perhatian Elle. “Aku duluan yang cerita!” seru Akio sambil memeluk tangan Elle di sebelah kanan. “Enggak, aku!” Ayaka merenggut tangan Elle dari sisi kiri dan memelototi saudara kembarnya. Elle hanya tertawa kecil, membiarkan keduanya bersandar di tubuhnya sambil melangkah bersama-sama menuju ke mobil. “Oke, semuanya boleh cerita. Tapi gantian ya?” ucapnya lembut. Elle memiliki senyum yang lebar, tulus, seperti embun pagi yang mendinginkan hati siapa pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD