Sekitar sepuluh menit kemudian Nami kembali ke tempat mereka bertiga duduk, tetapi saat Nami kembali, Antonio sudah tidak ada di sana. Hanya ada Dean Gariando seorang diri. Nami duduk di sebelahnya kemudian menyodorkan minuman hangat. Dean mengambilnya lalu meletakkan di sampingnya. “Temanmu sudah pergi?” “Ya,” jawabnya. “Kau merasa kehilangannya?” sindirnya. Nami menyipitkan matanya mendengar nada sindiran Dean. “Apa maksudmu?” “Dia sudah punya tiga kekasih saat ini dan jika kau tertarik kepadanya lalu kalian menjalin hubungan maka kau akan menjadi kekasihnya yang keempat.” Nami mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan kalimat yang diucapkan Dean, tetapi setelah beberapa detik kemudian Nami baru menangkap apa maksudnya. Well, bagaimana cara Dean menyimpulkan secepat itu bahwa dia

